Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review

Album K-Pop: Mending Beli Versi Kihno atau Photobook?

Gambar
  Depends . Aku sendiri sih sejak memutuskan buat support  idola dengan beli album mereka emang udah penasaran banget sama versi Kihno atau KITnya. Sebelumnya, aku emang udah sempet lihat-lihat mini album-mini album NCT Dream terdahulu yang emang masih cukup banyak yang jual. Udah sempet lihat-lihat market place  juga buat nyari album-album sebelumnya yang ngeluarin versi Kihno tapi waktu itu agak pikir-pikir untuk beli karena comeback  terbarunya juga udah deket, dan untungnya aku sabar, lol, karena ternyata di album terbaru yang mau aku beli emang ngeluarin versi Kihno-nya. Jadinya walaupun sempet pikir-pikir juga karena waktu itu barusan banget DP versi photo book nya, aku tetep nge-PO versi Kihnonya. Akhirnya, setelah nungguin lama banget, paket berisi album versi Kihno--beserta selongsongan pralon tempat poster unfolded --sampe juga di rumah. Awalnya aku kira dia agak besar, karena memang selama ini aku cuma lihat gambarnya doang tanpa cari tau review  oran...

Ada Apa Aja dalam Satu Album K-POP: NCT Dream Full-Length Album

Gambar
Baiklah, hari ini aku balik nulis di blog setelah tulisan terakhir udah lupa kapan. Lol. Sesuai judulnya, aku mau bahas soal album K-Pop, khususnya albumnya NCT Dream yah. (Btw mau cerita intro dulu, kalau mau langsung baca reviewnya bisa langsung scroll  ke bawah) Sebenernya aku udah suka per-K-Pop-an sejak lama. Dari SMP sekitar tahun 2010-2012 temen-temen sekelasku hampir semuanya nontonin Super Junior sama SNSD terus. Walaupun emang agak telat ya, karena kalau dipikir-pikir tahun segitu udah 5-7 tahun sejak dua grup legend--terutama buat di Indo-- itu debut. Tapi waktu itu emang lagi hype  banget. Ada juga yang dengerin grup lainnya kayak Big Bang, f(x), dll dll nggak akan habis kalau disebutin satu-satu, tapi yang paling banyak diomongin ya dua itu. Dulu sebenernya aku nggak terlalu ngeh dan nggak ngikutin juga karena waktu itu internet masih susah nggak sih, terutama di kota kecil bernama Salatiga ya, lol. Masih inget banget dulu masih pakai modem dan itu pun super lemot...

1915 Arts-Koffie-Huis: Sebuah Hidden Gems

Gambar
Tempat makan cantik dan coffee shop di Salatiga sempet bikin aku agak heran, karena aku nggak expect  akan menemukan banyak tempat yang bagus setelah balik dari 4 tahun tinggal di Solo. Ternyata merk-merk franchise udah banyak, dan coffee shop lokal pun banyak yang menyediakan tempat yang pe-we banget. Salah satunya yang aku baru discover  beberapa waktu lalu. Pas masih muter-muter nyari di maps , aku nyebut namanya "Koffie Huis". Ternyata kepanjangan nama  coffee shop ini adalah 1915 Arts Koffie Huis.

Pertama Kali Facial ke Larissa

Serius deh, dari dulu paling takut facial  karena ada yang bilang nggak bisa berhenti lah, bikin pori-pori besar lah, dan banyak katanya-katanya  yang memantapkan aku buat nggak pernah facial  sama sekali walaupun banyak temenku yang ngajakin. Tapi akhirnya goyah juga setelah balik dari Padang dan nggak tau ada apa dengan air di Padang karena mukaku jadi berantakan setelah pulang. Mulai muncul jerawat, dan nggak kayak biasanya yang kalau muncul jerawat paling cuma satu-dua dan tiba-tiba ilang sendiri, jerawat yang muncul cukup banyak dan bergerombol dan yang paling kesel adalah kondisi jerawatnya yang basah. Awalnya masih belum kepikiran buat facial  dan berusaha beresin muka dengan pakai produk-produk skincare  khusus jerawat. Agak lama buat ngeringin jerawatnya, tapi akhirnya tetap bisa kering walaupun nggak langsung hilang semua. Aku kira dengan mengeringnya jerawat-jerawat basah, masalah jerawatku bakal berangsung-angsur membaik tapi ternyata konst...

Semeja Bar and Kitchen: Steak Pasar Salatiga

Gambar
"Makan di Steak Pasar aja ya." Rita, temen SMA-ku, merekomendasikan satu tempat buat kita ketemuan yang langsung aku oke-in aja. Begitu aku cari di Google Maps , ternyata nggak ada tuh tempat di Salatiga yang namanya Steak Pasar . Waktu aku konfirmasi ke Rita soal lokasinya, dia juga bingung jelasinnya dan memang nggak ada di aplikasi navigasi karena sebenarnya nama tempatnya bukan Steak Pasar , itu deskripsi dia aja karena tempat itu memang jual steak  dan lokasinya di dalam pasar. Akhirnya untuk meniadakan resiko nggak nemu-nemu tempatnya, aku samperin dia ke rumah dan selanjutnya kita berangkat bareng. Ternyata, lokasi tempat makannya beneran di tengah pasar. Setelah melintasi beberapa bangunan depan pasar di Jl. Jendral Sudirman, kita belok ke area pasar yang mulai ditandai dengan aspal becek dipenuhi bau amis yang samar bekas penjual ayam dan ikan yang dari pagi sampai siang jualan. Sampai di pertigaan, kita belok ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang penuh samp...

Tukar Buku Cacat di Gramedia

Gambar
Belakangan ini aku lagi suka baca bukunya Haruki Murakami. Buku pertama yang aku baca adalah Norwegian Wood, yang bikin aku jadi penasaran sama tulisan Murakami lainnya. Walaupun bukunya nggak pake bahasa asli, tapi tetap aja bahasanya detail banget dan bikin pengen baca terus, kayak kalau baca serialnya Sherlock Holmes, nggak bisa berhenti. Aku sempat coba baca versi bahasa Inggrisnya yang judulnya Hear The Wind Sing, dan tetap bagus bahasanya, lugas dan padat. Terus aku coba baca serinya 1Q84 karena cukup banyak lihat reviewnya dan penasaran banget ceritanya soal apa. Akhirnya secara bertahap beli semua jilidnya. Tapi waktu aku baca yang Jilid 3, ternyata ada halaman yang hilang, dan itu pas bagian seru-serunya. Halamannya yang hilang lumayan banyak gitu. Tapi aku inget banget dulu pernah ada buku (aku lupa penerbitnya) yang mencantumkan langkah-langkah tukar buku cacat kalau ternyata di buku terbitan mereka ada halaman hilang, kertas yang nempel dan halaman yang...

Euphoria Cafe: Taste of Happines

Gambar
Foto dari  sini   Pertama, ini bukan endorsement post atau promote-promote-an. Aku cuma pengen memenuhi komitmen buat nulis dua kali seminggu aja. Sebenernya, pengen nambahin pos di fiksi. Tapi lagi seret ide. Terus buka-buka gallery di handphone dan lihat beberapa foto di salah satu tempat makan di Solo. Jadilah kepikiran buat ngisi tab review yang belum ada isinya (kalau gitu kenapa udah dibuat tabnya) hehe. Aku sebenernya jarang makan cantik karena nggak punya uang lagi ribet ngurusin kuliah. Biasanya aku cuma makan di sekitaran kampus aja, biar deket, nggak banyak buang waktu, hemat bensin, harganya juga nggak mahal-mahal banget kalau di daerah kampus. Tapi aku aslinya orangnya boros. Super boros. Jadi sering banget pengen beli ini-itu kalau jalan-jalan di mall, atau pengen nyobain ini-itu kalau lagi main instagram. Itu alasan asli kenapa aku menghindari tempat-tempat yang berpotensi menguras uang lebih, hehe. Tapi, ya gitu, kadang ada kebutuhan buat hang out...